SIAPA bilang pamor Rain mulai turun? Buktinya, nama Rain masuk kembali dalam nominasi '100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia' versi majalah Time tahun ini.
Rain berada di urutan ke-48, bersaing dengan 199 nomine kondang dunia lainnya, seperti Presiden AS Barack Obama, Hillary Clinton, sutradara James Cameron, penyanyi Susan Boyle, aktris Sandra Bullock, penyanyi Lady Gaga, hingga Presiden Perancis Nicholas Sarkozy.
Ah, tapi ini bukan kejutan. Ini tahun kelima nama Rain dimasukkan ke dalam daftar bergengsi ini. Pada 2006 lalu, Rain tak hanya berhasil masuk dalam nominasi, tetapi masuk dalam daftar resminya. Sesudah itu, sejak tahun 2007 hingga 2009 Rain tak pernah absen dari daftar nominasi 200 tokoh penting dunia, yang kemudian diperas hingga 100 saja.
Meski tiga tahun belakangan mandek dalam daftar nominasi, Rain masuk peringkat 3 besar dalam polling online. Dalam deskripsinya disebutkan, Rain salah satu artis Korea paling berpengaruh di dunia hiburan.
“Rain telah lama menjadi fenomena di negeri asalnya di Korea Selatan, tapi popularitasnya di AS makin meningkat setelah konser tur internasional dalam promosi album terakhirnya, Rainism, memasukkan beberapa tempat di AS. Dia juga memiliki daya tarik lain, dengan menunjukkan aktingnya di film Speed Racer dan Ninja Assassin.”
Korea boleh berbangga hati, karena di samping Rain, ada satu nama asal Korea yang juga masuk nominasi tahun ini. Kim Yu-na, atlet ski es peraih medali emas Olimpiade musim dingin masuk nominasi di kategori olahragawan. Penampilan Kim Yu-na yang menawan di Olimpiade Vancouver Februari lalu hingga memperoleh skor 228,56 -- skor tertinggi saat itu -- dari juri memukau dunia olahraga.
Album Terbaru
Rain sudah merilis album terbarunya, Back to the Basic, Senin (5/4) lalu. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa di tengah perjuangannya menembus pasar internasional, Rain justru kembali ke negeri asalnya di Korea? Rain menjelaskan, hal ini berkaitan dengan pemilihan judul albumnya.
“Saya harus kembali ke tempat saya berasal. Orang-orang bertanya mengapa saya ingin merilis album di Korea lagi saat saya bisa melanjutkan akting di Amerika. Alasannya, saya tak bisa melupakan akar saya: para fans Korea. Ini tugas saya, itulah sebabnya mengapa saya memilih judul Back to the Basic,” ungkapnya dalam acara perilisan album di Yeouido, Seoul.
Meski mengusung tema kembali ke awal, dalam bermusik Rain tidak benar-benar kembali ke masa lalu. Lagu “Love Song” yang jadi singel jagoan lebih berirama cepat, tidak bertempo lambat seperti lagu-lagunya saat memulai debut.
“Saya telah bekerja sebagai Rain selama delapan tahun dan saya merasa ingin memberi sesuatu yang sama sekali berbeda untuk para fans. Seorang penyanyi harus bisa berkembang dengan melakukan transisi,” katanya.
Album Back to the Basic berisi lima lagu, termasuk lagu “Love Song” versi Korea dan bahasa Inggris yang diciptakan Rain dua tahun silam. Pekan pertama perilisannya, “Love Song” langsung menjuarai beberapa tangga lagu Korea.
“Lagu ini berdasarkan pengalaman pribadi saya,” ceplos Rain.
Tak hanya perubahan dalam musik, Rain juga melakukan perubahan besar dalam penampilan. Seperti yang kami bahas dua pekan lalu, penampilan Rain untuk imej album terbarunya cukup unik, memadukan sisi maskulin dan feminin.
“Saya akan memakai beberapa aksesori seperti kalung, vest, topi, dan bulu mata palsu. Saya serius ketika mengatakan ingin berubah!” ucapnya sambil tertawa lepas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar