Kamis, 27 Mei 2010

Kiprah Film Korea di Festival Film Cannes

Film Korea sekali lagi memperoleh sebuah prestasi yang membanggakan di festival film Cannes yang ke-63. Film karya sutradara terkenal Lee Chang-dong, yang berjudul “Poetry” atau Puisi berhasil mendapatkan penghargaan untuk kategori skenario terbaik, dan film Korea lainnya yang berjudul “Ha Ha Ha,” yang disutradarai oleh Hong Sang-soo, mendapatkan hadiah bergengsi dalam kompetisi lanjutan, Un Certain Regard atau patut di perhatikan. Korea Selatan telah berhasil memenangkan lima buah penghargaan pada festival film internasional sejak tahun 2002. Hal ini menunjukkan ekspansi film Korea, melalui karakter sinematografinya yang hidup dengan semangat serta ekplorasi bagian-bagian tersembunyi dari kehidupan, memperluas ruang lingkup mereka. Dengan demikian diharapkan film Korea dapat terus maju.

Penghargaan untuk skenario terbaik dalam festival film Cannes yang ditutup tanggal 23 Mei kemarin, jatuh kepada film “Poetry,” film kelima yang disutradarai oleh Lee Chang-dong. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Lee Chang-dong ini bercerita tentang potret seorang wanita yang berusia 60 tahunan yang tinggal bersama dengan cucu laki-lakinya yang bermasalah dan tantangannya di usia senja untuk menulis puisi. Film ini menjadi bahan perbincangan di seantero Korea setelah aktris Yun Jeong-hee, yang dulu merupakan bintang film terkenal, kembali ke layar lebar dengan sukses setelah absen selama 16 tahun, melalui penampilannya sebagai “Mija” dalam film ini. Penghargaan atas skenario terbaik yang diterima oleh Sutradara Lee ini merupakan penghargaan kedua yang diterimanya dalam festival film Cannes, setelah filmnya “Secret Sunshine” memenangkan penghargaan Aktris terbaik pada tahun 2007.

Selain sutradara Lee Chang-dong, sutradara Hong Sang-soo mendapatkan penghargaan pada kompetisi tambahan, Un Certain Regard, melalui film kesebelasnya, “Ha Ha Ha.” Hong dikenal karena ilutrasinya atas aspek baru dari film Korea melalui karya ekperimentalnya. Terpisah dari kompetisi utama dari festival film Cannes, kompetisi tambahan ini dibuat untuk memberi penghargaan terhadap film-film dari sudut pandang baru. Hong sebelumnya sudah banyak diundang ke Cannes sejak filmnya “The Power of Kangwon Province” masuk sebagai nominasi dalam seksi ini pada tahun 1998.

Saat ini, kekuatan film Korea mulai dirasakan di seluruh dunia. Meskipun hampir semua pasar film di dunia didominasi oleh film-film Hollywood, namun di pasar domestik film Korea masih mendapat penghargaan yang cukup besar. Mengacu kepada hal tersebut, kritikus film asing berpendapat bahwa masih ada banyak pendongeng yang hebat di sinema Korea. Jika sebuah film dideskripsikan sebagai kombinasi cerita dan gambar bergerak, maka akan dapat terlihat dari mana keunggulan utama film Korea ini berasal.

Film Korea mulai menarik perhatian di festival film Cannes sejak film “Chihwaseon” yang disutradarai oleh Im Kwon-taek mendapat penghargaan untuk pertama kalinya di Cannes tahun 2002. Im memenangkan penghargaan sebagai sutradara terbaik ketika itu. Kemudian pada tahun 2004, film “Oldboy” yang disutradari oleh Park Chan-wook memenangkan penghargaan juri dalam festival yang sama, diikuti oleh “Secret Sunshine” dari Lee Chang-dong yang berhasil mendapat penghargaan aktris terbaik, Jeon Do-yeon pada tahun 2007. Pada tahun 2009, Park Chan-wook berhasil membawa pulang penghargaan juri melalui thrillernya “Thirst.” Film Korea lainnya, “The Housemaid”, yang juga diundang untuk ikut dalam festival film Cannes pada tahun ini, bersama dengan “Poetry” dan “Ha Ha Ha,” tidak berhasil membawa pulang penghargaan, namun film ini juga mendapat banyak tanggapan yang positif. Film Korea diharapkan dapat lebih menarik minat penggemar film lainnya di seluruh dunia melalui ceritanya yang menyentuh dan ekspresif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar